Noor, part 5

“Yaudah lu sms-in aja tempatnya,” ucap Rezza lalu menutup telfon.

“Siapa?” tanya Gre yang masih berbaring di atas sofa.

“Najong,” jawab Rezza menghampiri Gre.

“Lu tidur di kamar aja, gue mau keluar dulu,” lanjut Rezza lalu menggendong Gre ke kamarnya.

Setelah meletakkan Gre ke atas kasurnya Rezza langsung bersiap menuju tempat Najong mengugunakan motor matic-nya.

15 menit kemudian, Rezza sampai disebuah bangunan tua yang di dalamnya terdapat beberapa kolam renang. Di tempat itulah Najong menunggu kedatangan Rezza. Lanjutkan membaca “Noor, part 5”

Noor, part 4

“Kenapa sin?” tanya Melody menoleh ke belakang.

“Gapapa,” Sinka memalingkan wajahnya yang kesal.

“Kamu apain Sinka za?” Melody menatap Rezza dengan heran.

“Nggak diapa-apain, cuma tiduran dipundaknya doang,” jawab Rezza dengan polosnya.

“Boong, itu buktinya pipi kamu merah, pasti kamu apa-apain Sinka kan?” Melody memajukan wajahnya pada Rezza. Lanjutkan membaca “Noor, part 4”

A Story of Memories

Ada banyak hal yang nggak gue tau di dunia ini, sebenernya bukan gatau sih, tapi lebih ke nggak pengen tau. Soalnya kata orang ‘semakin dikit kita tau, semakin tenang hidup kita’ tapi kenyataannya hidup gue nggak tenang tuh.

Salah satu yang nggak gue tau adalah cewek gue sendiri, aneh kan? Emang, cowok mana yang gatau ceweknya sendiri selain gue? kalo ada berarti kita senasib.

Drrttt… drrttt…

Ini udah yang ke-duapuluhsebelas kali hp gue ditelfon sama nomer yang sama.

Mungkin sudah saatnya gue angkat telfon dari nomer ini, siapa tau ini nomer Raja Arab yang lagi ngacak nomer buat dijadiin pewaris tahtanya.

“Hallo?” Lanjutkan membaca “A Story of Memories”

MSMK

Satu tahun lebih dua bulan.

Selama itu gue suka sama satu cewek, bego banget kan gue? Cowok mana coba yang mau berjuang selama itu, ciaelah berjuang, padahal ngomong langsung aja kaga berani.

Oke ralat, cowok mana yang mau PDKT selama itu? Kalo ada ya Alhamdulillah, berarti bukan cuma gue yang bego di dunia ini :v

Gue juga gatau apa yang bikin gue mau PDKT selama itu, emang sih bego banget, tapi gue suka ngelakuin itu, nggak ngerasa terpaksa, kesiksa ato apalah.

Oiya kenalin nama gue Luki Himawan, gue baru aja lulus SMA. Nggak nanya? Bodo amat, gue cuma ngasih tau. Lanjutkan membaca “MSMK”

Noor, part 3

“Aku pulang!” seru Melody saat memasuki rumahnya.

“Kok sepi?” batin Melody lalu berjalan ke ruang tengah.

“Loh? Kok kamu nggak ikutan tidur sin?” tanya Melody saat melihat Sinka yang duduk sendirian menonton TV.

“Siapa yang tidur? Mereka tepar, kecuali Yupi yang emang ketiduran,” jawab Sinka melirik Yupi yang tidur di sebelahnya.

Melody hanya menggeleng pelan melihat Rezza, Gre dan Najong yang tergeletak tak berdaya di atas lantai. Ia menghela nafas lalu berjalan ke kamarnya yang berada di lantai dua.

“Mereka kenapa?” tanya Naomi yang muncul dari pintu penghubung antara dapur dan garasi. Lanjutkan membaca “Noor, part 3”

Noor, part 2

Tak terasa bel tanda pulang sekolah telah berbunyi.

Semua siswa berbondong-bondong menuju parkiran untuk mengambil motor mereka.

“Lu ngapain sih yup ngikutin gue?” tanya Rezza setelah naik ke motornya.

“Aku mau ikut ke rumah kamu,” jawab Yupi yang dari tadi mengikuti Rezza.

“Gausah, gue anterin lu pulang aja.” Rezza menyodorkan helmnya pada Yupi. “Cepetan naik!”

“Tapi-“ ucap Yupi.

“Nggak ada tapi-tapian, masalah tadi gue masih bisa selesaiin sendiri,” potong Rezza sambil menarik tangan Yupi. Lanjutkan membaca “Noor, part 2”

Noor, part 1

Tok… tok…  tok…

“Masuk!” teriak seseorang dari dalam ruangan.

Siswa tadi membuka pintu itu dan masuk ke dalam.

“Semester 2 baru dimulai aja udah telat, cih” ucap seorang guru menatap remeh siswa itu.

“Yaelah, baru juga sekali,” siswa yang baru saja masuk itu menutup kembali pintu dan berjalan ke arah gurunya.

Setelah bersalaman dan mencium tangan gurunya, siswa tadi tidak langsung ke bangkunya, ia masih berdiri di depan gurunya.

“Kenapa telat?” tanya sang guru yang bernama Pak Totok itu. Lanjutkan membaca “Noor, part 1”